Informasi karya ilmiah

Abstrak
Sifilis merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti tahanan. Kondisi lingkungan rutan, riwayat perilaku seksual berisiko, penggunaan narkoba suntik, serta pembuatan tato meningkatkan potensi penularan sifilis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyakit infeksi menular seksual sifilis pada
tahanan di Rutan Perempuan Kelas IIA Kota Bandung berdasarkan pemeriksaan
serologi serta mengidentifikasi karakteristik dan faktor risiko yang dimiliki responden.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan melibatkan 30 tahanan yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan dilakukan menggunakan uji non-treponemal Rapid Plasma Reagin (RPR) metode aglutinasi, untuk sampel
reaktif dilakukan uji konfirmasi spesifik treponemal menggunakan Treponema Pallidum Rapid (TP-Rapid) metode imunokromatografi (ICT) Data karakteristik dan faktor risiko dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 responden (53,3%) memperoleh hasil reaktif pada pemeriksaan RPR. Setelah dilakukan uji konfirmasi TP-Rapid, sebanyak 8 responden (26,7
masyarakat, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti tahanan. Kondisi lingkungan rutan, riwayat perilaku seksual berisiko, penggunaan narkoba suntik, serta pembuatan tato meningkatkan potensi penularan sifilis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyakit infeksi menular seksual sifilis pada
tahanan di Rutan Perempuan Kelas IIA Kota Bandung berdasarkan pemeriksaan
serologi serta mengidentifikasi karakteristik dan faktor risiko yang dimiliki responden.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan melibatkan 30 tahanan yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan dilakukan menggunakan uji non-treponemal Rapid Plasma Reagin (RPR) metode aglutinasi, untuk sampel
reaktif dilakukan uji konfirmasi spesifik treponemal menggunakan Treponema Pallidum Rapid (TP-Rapid) metode imunokromatografi (ICT) Data karakteristik dan faktor risiko dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 responden (53,3%) memperoleh hasil reaktif pada pemeriksaan RPR. Setelah dilakukan uji konfirmasi TP-Rapid, sebanyak 8 responden (26,7